Tips MC Panggung Part. I

Sunday, May 25, 2014

Menjadi seorang MC bukanlah cita-cita saya sedari kecil. Jawaban standard anak-anak kecil jaman dulu, termasuk saya adalah ingin menjadi insinyur, direktur ataupun menjadi dokter. Nah, dari ketiga profesi tadi, saya paling mantap dengan profesi dokter. Alasannya sederhana, supaya bisa membantu keluarga atau teman yang sakit.

Seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa saya bukanlah orang yang berani menghadapi jarum suntik. Lah wong waktu umur 3 tahun saja, saya pernah kabur dari praktek dokter sampai saya dikejar-kejar oleh ibu saya plus abang-abang becak yang dimintai tolong untuk ikut mengejar (cerita dari ibu saya). Belum lagi tiap kali ada pemeriksaan dokter atau imunisasi di sekolah, sudah dipastikan saya orang pertama yang ngumpet di bawah kolong meja atau mengeluarkan beribu alasan supaya tidak berangkat ke sekolah. Bukan cuma trauma sama dokter umum, dokter gigipun sama ceritanya. Sampai-sampai pernah, tangan dokter gigi yang memegang saya, saya gigit sekeras-kerasnya sampai berdarah karena waktu itu saya sudah bilang sakit, tapi tetap saja dia mencabut gigi saya tanpa ampun. Alhasil dokter itu tidak mau melanjutkan pencabutan gigi saya & saya pulang dengan gigi masih tersisa setengah :p

Cerita berlanjut ketika saya dewasa, tidak pernah ada dalam bayangan saya bahwa saya akan menjadi seorang MC alias Master of Ceremony. Dulu pertama kali saya menjadi MC itu murni karena kecemplung di beberapa acara gereja yang berlanjut oleh permintaan teman untuk menjadi MC di acara ulang tahun "Sweet Seventeen" mereka. Pada waktu itu sih perasaan saya asik-asik saja, secara banci tampil dan hobi ngobrol plus cuap-cuap. 

Begitu masuk kuliah, saya mulai fokus di dunia perkuliahan. Kemudian di tahun 2005, saya mencoba peruntungan menjadi presenter di in-house production salah 1 TV kabel yang ada di Indonesia, sambil saya mulai kembali aktif memasuki dunia perMCan. Lanjut lagi di tahun 2006, saya mengikuti lomba "MC Search" di Mal Ciputra Jakarta. Waktu itu saya keluar menjadi juara 3 dan perjalanan saya menjadi seorang MC panggung dimulai dari sini. 

Buat bapak ibu, enyak babe, anak muda ataupun anak setengah muda kaya saya yang berkecimpung di dunia Public Speaking khususnya di bidang MC Profesional. Berikut ini saya akan memberikan tips-tips bagaimana menjadi seorang MC Panggung. Walaupun sampai sekarang saya masih terus belajar di bidang itu :)

Yappp..kalau ngomongin tentang MC, pasti sebagian besar dari kita sudah tahu apa itu MC dan bisa dibilang saat ini MC sudah menjadi suatu profesi yang diidam-idamkan. Lihat saja di mal-mal, hotel-hotel, perusahaan-perusahaan membutuhkan jasa seorang MC untuk launching product, company gathering, wedding, sweet seventeen & event-event lainnya.

MC itu sendiri artinya adalah orang yang bertugas memandu acara & bertanggung jawab atas lancar atau tidaknya suatu acara. MC juga bertanggung jawab memastikan acara berlangsung lancar, tepat waktu, serta meriah/ khidmat dari awal hingga akhir. Bisa dibilang MC ini menjadi ujung tombak/ jantung hati dari suatu acara (ah..kalau ngomongin jantung hati jadi keinget hati ini yang masih kosong *sekaliancurcol).

Yang harus diketahui oleh seorang MC sebelum hari-H adalah menggali secara jelas detail acara itu sendiri, seperti:

1. Siapa audience kita? 
Kita tahu usia, karakter dan latar belakang audience. Ini akan mempengaruhi gaya bahasa kita dan cara menghadapi mereka. Ga mungkin kan di acara anak-anak, tapi kita menggunakan bahasa berat yang cuma kita dan Tuhan yang tahu apa artinya. Terus asiknya jadi MC adalah kita bisa terus belajar mengenal karakter audience yang unik dan berbeda-beda. Contoh ada audience yang suka banget dapat hadiah walaupun hadiahnya payung cantik, ada juga yang ga tertarik sama sekali dengan hadiah (hadiah mobil mewahpun biasa aja buat mereka), ada juga penonton yang loyal sama acaranya sampai tiap tahun nonton, rela nungguin berjam-jam dan rela bawa kursi sendiri ke dalam mal :p

2. Dimana tempatnya? (outdoor/ indoor)
Tempat ini juga akan mempengaruhi kita dalam persiapan mental, teknik memproduksi suara, teknik berbicara dan pemilihan dresscode yang nantinya akan saya bahas di nomor 4


Ketika saya menjadi MC acara outdoor
3. Apa jenis acaranya? (formal/ semi formal/ non formal) 

4. Dresscodenya apa? 
Ini berhubungan dengan appearance from head to toe, jangan sampai saltum. Apakah ada thema-thema tertentu sehingga kita perlu menyiapkan dresscode? Misal acara olahraga tempat outdoor, tapi MCnya datang heboh dengan sasakan tinggi. 
Saya pernah menjadi MC acara wedding outdoor pakai stiletto, alhasil repot narikin sepatu tiap kali jalan di taman karena nancep-nancep. Belum lagi kejadian gaun item yang transparan pas kena lighting. Atau dresscode yang robek rok belakangnya 2 jam sebelum acara gara-gara kesempitan dan tidak hati-hati pas mau turun mobil. Kecerobohan saya adalah tidak membawa baju cadangan pada waktu itu. Jadi ada baiknya bawa baju cadangan ketika kita MC
Salah 1 foto saya menggunakan dresscode yang saya buat khusus dengan thema Alice in Wonderland
Yang 1 lagi saya menggunakan dresscode sewaan dengan thema Pirates
5. Run down acaranya seperti apa 
Tanya jauh-jauh hari dan minta sama pihak penyelenggara acara supaya bisa dipelajari dengan baik, tahu detail acaranya, pastiin lagi cara penyebutan nama, gelar, jabatan, nama product (apalagi kalau dalam bahasa asing)

6. Cue card 
Pastikan apakah EO/ perusahaan menyediakan cue card atau kita sendiri yang membuatnya

Cue Card tampak depan, biasanya menggunakan logo perusahaan ataupun nama acara
Contoh isi cue card

7. GR (Ini ga boleh ketinggalan)
Gladi Resik atau GR ini membuat kita tahu betul urutan acara dan bisa kenal lebih dekat dengan client, EO ataupun pengisi acara yang lain. Jangan karena malas GR terus kasih alasan mau pergi ke dokter karena bisulan ga sembuh-sembuh atau mau check jerawat yang ga pecah-pecah. BIG...NOOO...NOOOOO...

To Be Continued...

11 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Kereeeenn Tipsnya kakak... iya bangeeettt semua yang ada di sini.. ditunggu lanjutannya yaaaaa.. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Nurul :) Siaapppppp...nantikan blog saya berikutnya ya hihihihi..

      Delete
  3. Nah, ini yang saya cari tips2nya..secara saya grogian public speaking. Ditunggu lanjutannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau gitu mesti sering-sering latihan Mbak Arin. Tenang saja mbak, PRACTICE makes PERFECT :D Saya juga dulu orangnya suka grogian kok. Selamat berlatih dan semangaatttttt!

      Delete
  4. tipsnya wow, saia tuh paling gak bisa berdiri didepan audience hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan syedih Mbak Ceria, orang bisa karena biasa hehehehe.. Pokoknya banyak-banyak berlatih berdiri dan berbicara di depan audience. Tipsnya adalah P3K (Persiapan Persiapan Persiapan dan Ketekunan).

      Delete
  5. Walah kalau aku mah. Udah nerveus banget pasti :D salam kenal mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tarik nafas panjang sama bayangin yang indah-indah aja Mbak Nova klo sudah mulai nervous. Salam kenal juga mak :)

      Delete
  6. Aku jadi kangen ngemsiih maak. Thanks tipsnya yak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk atuh kembali lagi ke dunia panggung mak :p Welcome Mak Rahmi..

      Delete