When Things Gone Bad, but The Show Must Go On

Friday, May 23, 2014

Pernah ga sih ngalamin yang namanya blank tiba-tiba? Lupa materi pas kamu lagi ngomong di depan umum? Pengen kabur dari kumpulan orang yang nungguin kamu dengan muka terganga dan penasaran waktu lagi presentasi? Kamu merasa sudah mempersiapkan segala materi dengan baik, sampai ga makan, tidurpun kurang, eh tiba-tiba pada hari-H, USB ga bekerja dan kamu ga ada back-up? Atau kejadian-kejadian lainnya?

Berhubung pengalaman saya sebagai seorang Master of Ceremony, tentunya saya pernah ngalamin yang namanya "When Things Gone Bad" ketika saya membawakan acara. Walaupun tentunya dulu pas jaman SMU saya cuma bisa cekakak cekikik tanpa arah tujuan, jadi bahan banyolan pas disuruh maju presentasi sama guru. "When Things Gone Bad" yang saya alami bukan cuma sekali, tapi berkali-kali sampai akhirnya kebal sendiri. Sekarang malah nagih pengen ngalamin terus (kalau yang ini saya bohong ya 😛). 


"When things gone bad" ini adalah hal yang ga pernah kepikiran bakal terjadi dan biasanya kejadiannya adalah spontan. Kadang pas kita ngalamin kejadian itu kita akan terhenyak, terdiam dan ga tau lagi mau ngapain. Kalau saya sebenernya pengen ngilang dari muka bumi ini, langsung pergi pakai pesawat jet ke Venus dan ga balik-balik lagi (tapi sayang kalau ke Venus, pria-pria adanya di Mars ahahahaha..)


Kejadian yang paling saya ingat terjadi di hari ulang tahun saya 5 tahun yang lalu. Waktu itu saya harus membawakan acara  door prize di salah 1 mal yang ada di Jakarta Barat. Mal yang paling kece, paling dewasa usianya di daerah Jakarta Barat, mal tempat saya melatih kemampuan MC selama bertahun-tahun, pokoknya mal ini terkenal banget deh. Pasti tahu kan dimana? Yap, anda betul... Mal Ciputra Jakarta :)


Pada waktu itu MOD yang bertugas mengatakan bahwa hari itu saya harus membuka acara dengan tarian yang lebih heboh dari tarian-tarian saya sebelumnya. Pada waktu itu saya sempet mikir bukannya tarian saya sebelumnya sudah cukup heboh ya, sampai-sampai kebawa mimpi tiap malam dengan lagu yang sama :p Saya mengiyakan saja sebagai seorang MC yang profesional (padahal waktu itu saya sedang dikerjai karena dia tahu saya berulang tahun). 


Akhirnya pada pembukaan acara saya berdiri dengan gerakan tangan diangkat ke atas ala-ala penari Timur Tengah yang super expert. Posisi tirai waktu itu masih tertutup dan akan dibuka oleh teman-teman saya. Begitu musik dinyalakan, mulailah tirai dibuka dan saya melenggak lenggok dengan hebohnya bak pemain film Bollywood. Pada waktu itu saya mengenakan baju India dan pinjeman pula :p Sedang asik-asiknya menari saya tidak memperhatikan bahwa ada tangga pendek di depan saya. Bisa dipastikan beberapa saat kemudian ada bunyi-bunyian yang membuat pengunjung dari lantai dasar sampai lantai 5 terbahak-bahak, "GEDUBRAAAAKKKKKK." Saya jatuh dengan rambut tidak berarturan di atas panggung. 


Pada waktu saya mengalami hal itu, saya tahu pilihan saya cuma 2. Kabur lari ke belakang panggung terus ga balik-balik lagi atau berdiri, sok cool, pura-pura lupa ingatan dan kembali melanjutkan acara. Tentunya pilihan pertama bukan pilihan buat saya dan tidak ada pilihan lain kecuali saya memulai acara tersebut. Setelah beberapa saat saya termenung (termenung kali ini beda rasanya kayak termenung pas lagi ditembak cowok yang kita suka sudah lama). Akhirnya saya berdiri, merapikan rambut saya yang acak adut seperti terkena badai dan saya mulai berbicara "Eh pakai acara jatuh segala, selamat sore pengunjung setia Mal Ciputra Jakarta" (sambil tersenyum lebar dan menertawakan diri sendiri). 


Saya ingat sekali ada ibu-ibu depan saya yang tertawa terbahak-bahak sambil nunjuk-nunjuk ke arah saya, tapi ya sudahlah "The Show Must Go On." Selama beberapa saat setelah saya berdiri, saya masih dalam keadaan tidak sadar dan tidak tahu harus berbuat apalagi. Yang saya tahu adalah ketika kita ada dalam posisi ini, ilmu ngeleslah yang paling dibutuhkan. Ilmu ngeles ini akan bertambah tingkatannya ketika kita mulai memiliki jam terbang yang tinggi. Semakin sering kita mengalami, semakin kita tahu apa yang harus kita lakukan (makanya sering-seringlah presentasi, maju ke depan atau naik ke atas panggung). Sayang sekali di kampus-kampus tidak ada mata kuliah "Ilmu Ngeles". Kalau ada, sudah dipastikan saya akan mengambil mata kuliah itu. 


Btw, inilah penampakan saya ketika saya jatuh di atas panggung. Tetap eksis bukan, walaupun senyumnya sedikit kecut menahan malu..



Sebenernya masih banyak lagi kejadian "When Things Gone Bad" yang terjadi ketika saya di atas panggung atau pada waktu saya ngemsi. Mungkin kalau dibukukan bisa 1 buku sendiri. Tapi saya akan ceritakan lagi aib-aib saya di masa-masa mendatang ohohohoho..

No comments:

Post a Comment