Travel as much as I can

Sunday, January 31, 2016

Salah 1 resolusi saya di tahun 2016 ini adalah "Travel as much as I can." Jadi rencananya, setiap bulan saya akan melakukan perjalanan wisata, baik ke luar kota maupun luar negeri. Yang akan menjadi penentu setiap tujuan saya adalah budget dan hati *halah :p

Sebagai pembuka awal tahun 2016, saya memutuskan untuk melepas rindu ke masa lalu, yaitu melakukan perjalanan ke Yogyakarta. Masa kecil saya pernah dihabiskan di kota ini selama kurang lebih 4 tahun. Menyusuri Malioboro hampir menjadi kebiasaan saya beserta keluarga. Jika diingat-ingat, terakhir kali saya ke Kota Pelajar ini ketika studi tour kala SMU.

Cerita sedikit mengenai awal mula mengapa quote di atas menjadi pedoman saya di tahun baru. Tahun lalu saya benar-benar tidak punya waktu untuk traveling. Kalaupun traveling paling hanya untuk urusan pekerjaan. Ternyata beda rasanya traveling dengan embel-embel dibubuhi kata "kerja."

Keberangkatan saya dimulai di tanggal 11 Januari 2016 pagi, menggunakan kereta. Sudah lama sekali rasanya saya tidak menggunakan transportasi yang 1 ini. Jarak tempuh selama 8 jam tidak terasa ketika kita memiliki teman seperjalanan yang asik. Sebut saja mereka Mawar, Melati dan Marwan *ralat Ka Ita, Bibi Rani dan Irfan. Menghabiskan waktu berbicara, membuat kerusuhan di kereta (gangguin pramusaji) sungguh membuat begitu berkesan *senyum usil

Hari Pertama:
Kami tiba pukul 3 sore di stasiun. Setelah itu, apalagi yang dilakukan kalau bukan mencari makanan di restoran terdekat. Ketika di kereta kami tidak bisa menemukan makanan lain selain nasi goreng dan nasi rames. Lucunya ketika kami mau memesan mie instan, sang pramusaji mengatakan mie instan itu hanya boleh dijual ketika stok makanan nasi goreng dan nasi rames sudah habis. Alhasil kami menahan lapar karena stok nasi-nasian itu masih banyak sampai kami menginjakan kaki di Yogya. Setelah tiba di hotel, kami bersiap-siap dan memutuskan untuk membeli oleh-oleh dulu, supaya besok atau lusa kami tidak dipusingkan dengan hal tersebut. Kami memilih The House of Raminten sebagai tempat persinggahan kami.


The House of Raminten
Bagaimana sudah mirip belum kami dengan bapak-bapak yang di belakang?


Bukannya cari oleh-oleh malah sibuk suit :|

Setelah itu mengitari Tugu Yogyakarta di tengah keheningan malam.
Tugu Yogyakarta


Hari kedua:
Bangun jam setengah 5 pagi demi mengejar "kabut cinta" yang ada di Taman Buah, Mangunan. Agak kaget juga begitu tiba, banyaknya buah yang sebelumnya sempat tersirat dalam bayangan saya tidak ada sama sekali ahahahaha.. Tapi ga masalah, saya tetap bisa menikmatinya.


Puncak Taman Buah
Puncak Taman Buah
Baru kali ini masukin foto yang gak ada foto muka sendiri. Maapkeun ya para pembaca bloggernya emang narsis :p

Setelah puas "bercengkrama" dengan kabut, akhirnya kami memutuskan untuk berpindah tempat di lokasi yang tidak terlalu jauh yaitu Hutan Pinus.

Hutan Pinus
Tetep loh masukin foto yang ada mukanya


Hutan Pinus merupakan destinasi terakhir kami di hari kedua karena di sore hari kami mengikuti Akademi Berbagi Yogya.

Hari Ketiga:
Taman Sari menjadi pilihan kami. Tempat sejarah yang memiliki arsitektur Portugis dan Jawa yang dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I diperuntukan sebagai tempat rekreasi bagi keluarga kerajaan sekaligus sebagai benteng pertahanan yang dibangun pada tahun 1758-1765. 

Istana Air Taman Sari (kolam permandian permaisuri)

Wefie (tambah personil baru)

Pose depan tungku 

Sumur Gumuling. Tempat yang lagi HITS di Instagram. Finally I was there :)

Sumur Gumuling

Untuk setiap tempat akan terasa berbeda ketika kita bisa menikmatinya. Mungkin kadang terlihat biasa saja. Contoh simplenya Taman Buah, "Oh cuma kabut doang. Apa sih istimewanya?" atau "Katanya Taman Buah, tapi kok gak ada buahnya?" Yang pasti ketika kita bisa mengeksplor setiap sudut, menikmati pemandangan dan merasakannya, pasti akan sangat berbeda :)

Indonesia Itu Indah

New Year's Eve

Tuesday, January 5, 2016

source: www.inewyearstatus.com


Tahun yang baru, harapan baru, sukacita baru, resolusi baru, pokoknya semua yang baru-baru.

Nah, ngomongin tentang hal yang baru, gw mau tanya. Apa yang lo lakuin, di malam pergantian tahun baru kemarin? Klo gw kebetulan dapat rejeki nomplok, job Tahun Baru H-3 sebelum acara. Puji Tuhan ya rejeki anak Tuhan :) Udah gitu yang bikin makin bersyukur adalah lokasinya 10 menit tinggal ngesot dari rumah. 

Hari yang dinantikan seluruh umat manusia itupun tiba. Malam pergantian tahun akan terjadi. Dengan make-up dan hair do yang "NGOOKKK", gw stand by 4 jam sebelum acara. Luar biasa ya wanita ini on time banget. Lo bisa bayangin gw wira wiri di mall kayak gosokan yang hempas datang lagi hempas datang lagi *ala-ala Syahrini ahahahaha.. 

Curhat aja sih, sebenernya disuruh stand by sama yang punya acara. Biasanya gw stand by sekitar 1 atau 2 jam sebelum mulai. Buat gw sih ga masalah, karena ketika gw datang pagian gw bisa kenal atmosfir tempatnya terlebih dahulu, tahu stagenya seperti apa, terus naik turun stagenya dari mana, sambil bisa nyobain sekalian (kadang ada stage yang tangganya curam, bikin deg-degan pas turunnya), paham dengan jelas run down acara dan kenal dengan partner MC gw nanti.

Ketika sedang riweh-riwehnya persiapan, dalam perjalanan menuju tempat tunggu crew, gw melewati beberapa polisi yang sedang sibuk berkoordinasi dengan pihak mal. Pikir gw kala itu "Oh ini untuk penjagaan biasa saja." 
Setibanya di ruangan tersebut, salah 1 crew EO mengatakan "Eh tadi gw lihat mobil gegana loh di samping mal, ada 2." Issuenya ada ancaman bom. Pas denger kata-kata tersebut ibaratnya nih denger kata putus dari pacar pas lagi asik-asiknya makan bakso alias shock dan keselek. Kemudian sang DJ bukannya menenangkan wajah gw yang udah mulai ga karuan. Eh dia malah nambah bikin suasana makin seru, dengan bilang "Tadi gw juga udah titip pesen sama suami gw untuk terus nonton berita, jadi tahu keadaan kalau ada apa-apa." Kemudian dilanjutin lagi sama crew EO tadi, "Bukan cuma di sini kok yang dapat ancaman bom, tempat lain juga." Ealah laki-laki ini membuat hati saya hancur, dag dig dug ser (kali ini dag dig dug ser nya bukan dalam konteks ditembak gebetan, beda banget, sungguh).

Kalau boleh jujur, emang sih hampir tiap tahun mal yang beda-beda, tempat gw kerja dapet ancaman bom. 2 tahun lalu malah ada peluru nyasar ketika kembang api pas lagi asik-asiknya ditembakkin ke udara, padahal mulut kita aja masih belum nutup karena nganga nontonin kembang api yang ketjeh badai. Alhasil perayaan kala itu berakhir dengan lemesnya kaki gw, ga sanggup pulang, tapi mau ga mau harus tetep jalan karena klo pingsan ga ada yang mau gotong (nasib ya nasib). 

Belum lagi cerita lain, bom meledak di toilet mal dengan 1 korban jiwa luka-luka. Terus besokannya gw harus ngemsi di tempat yang sama. Parno yang ini bikin gw buru-buru kabur tiap kali menghempaskan apapun itu di dalam toilet. Jadi selama berhari-hari bawain acara, ga mau ke toilet TKP, selalu baca doa dari perjalanan ke toilet sampai keluar dari toilet (kejadian ini pas bulan Oktober kemarin, bukan tahun baru). Yah...inilah resiko pekerjaan, apapun bentuknya tetep harus profesional. Harus bisa tetap tenang, tersenyum dan membawakan acara dari awal sampai akhir dengan baik.

Oke back to the topic, obrolan kami pun makin panjang dengan pengalaman dan kejadian yang berbeda-beda ketika event. 
Ahirnya, acara pergantian tahun barupun dimulai. Selama acara dimulai gw tetap bisa bersikap profesional membawakan acara walau sebagai manusia biasa ada rasa takut itu ada. Profesional sih profesional, tapi tetep aja.....

MC New Year's Eve
"Happpyyyy Newwwww Yeaaaarrrrr", teriakan pengunjung dan pengisi acara membuat malam itu begitu meriah bercampur dengan kembang api yang bertubi-tubi. Tiap kali denger letusan, gw cuma bisa mundur-mundur kayak undur-undur (untung ga jatuh dari panggung). Gwpun akhirnya menghela nafas, selesai juga tugas saya sebagai pembawa acara. Setelah turun panggung, gw meminta kembali hp yang dititipkan ke salah 1 crew EO. 

Tiba-tiba ada pesan WA dari salah seorang sahabat dengan kata-kata, "Mel cepetan pulang!" sambil mengirimkan link:

http://m.detik.com/news/berita/3108751/ada-teror-bom-sesosok-pria-terlihat-tinggalkan-tas-di-mal-teras-kota

Ohhhhh myyyyyyyy..baru bisa sedikit lapang dada karena sudah selesai tanpa hambatan, eh sekarang ada yang baru lagi. Tanpa ba bi bu gw langsung ngacir, kabur dari keramaian. 

Begitulah cerita gw di gemerlapnya awal tahun 2016.