Easter Eggsperience

Monday, March 28, 2016

Satu event lagi yang baru saja saya selesaikan kemarin, yaitu event yang diberi nama Easter Eggsperience. Sesuai dengan judulnya, event ini dibuat dalam rangka menyambut Hari Raya Paskah dan diadakan di Mall @Alam Sutera

Tanggal 12 dipilih sebagai hari pertama berjalannya event ini. Salah 1 yang menjadi andalan acara ini adalah Easter Show with Mr. Rabbit & Miss Bunny. Kehadiran kedua kelinci lucu yang bisa menari mampu menghipnotis pengunjung dimana sebagian besarnya adalah anak-anak.

Special thanx buat Ko Deo dan Ce Roy yang tidak lelah-lelahnya mengajak saya menjadi bagian dari acara yang di organized oleh Crystal Team Indonesia :) Terbukti sekarang saya jadi lebih lentur menari karena menjadi bagian dalam cerita yeeeaaayyyyyy.. *guling-guling *salto depan belakang.


Penampakan panggung yang dipenuhi telur-telur

Let's Dance with Mr. Rabbit & Miss Bunny

Berikutnya saya akan memasukan foto beberapa kegiatan dalam Easter Eggsperience. Saya juga tidak akan lupa memasukan foto diri saya ahahahaha.. *tetep. Maksudnya foto saya ketika memilih fashion untuk acara anak.

OOTD Day 1. Berhubung acara anak-anak sudah dipastikan harus colorfull. 
NB: Bunga di kepala masih kecil

Kids Activity, Menghias Telur
NB: Bunga di kepala langsung membesar dalam semalam :p

Tarrrrraaaaaa...they made it..... Good job kiddoss!

OOTD Day 2
Meet and Greet with Mr. Rabbit and Miss Bunny

OOTD Day 3
Bunnies Parade

OOTD Day 4

Bersama Crystal Team Indonesia

OOTD Day 5

Meet and Greet with Mr. Rabbit & Miss Bunny
Kiri-kanan: Me - Miss Bunny - Tiara (Supervisor) - Vhittoo (Head Crew) - Dora (Creative) - Mr. Rabbit

OOTD Day 6

OOTD Day 7

Tips menjadi MC acara anak-anak:
1. Tulus

Tulus yang dimaksud di sini bukan sang penyanyi "Sepatu" yang gambarnya terpampang nyata di atas, tetapi ketulusan yang datangnya dari hati. Anak-anak paling bisa merasakan ketulusan kita, baik dalam berbicara, tersenyum dan hal-hal simple lainnya

2. Pilihlah baju dan sepatu yang super duper nyaman buat bergerak karena ketika menjadi MC anak kita membutuhkan tenaga yang lebih untuk bergerak ke sana kemari

3. Siap-siap menghadapi keadaan apapun, termasuk menerima "gas beracun" dari anak-anak ahahahaha.. Kejadian yang baru saja alami di event ini adalah ketika sedang asik melakukan Kids Activity. Posisi saya dan anak-anak kala itu duduk manis di bawah. Tiba-tiba saya mencium aroma tak sedap. 10 menit berlalu, aroma itupun tetap ada. Tidak lama kemudian salah 1 anak yang posisinya tepat di depan saya, mengangkat tangan dan berkata "Kak saya boleh ijin ke toilet?" Aduh nak, nak kenapa ga dari tadi. Kaka lelah menciumnya :|

4. Sabar menghadapi anak-anak, termasuk menunggu jawaban mereka ketika diberi pertanyaan. Ada saja polah tingkah yang lucu mereka, seperti diam mematung, menjawab dengan jawaban yang menyimpang ataupun asik sendiri tidak menghiraukan. Apapun itu, tetap tidak mengurangi rasa cinta saya kepada anak-anak

5. Menjadi teman yang baik buat mereka, untuk menari, bernyanyi dan bermain

6. Bahasa yang mudah dimengerti, ga udah pakai bahasa tinggi supaya terlihat intelek. Yang ada mereka malah mengeryitkan dahi, setelah itu angkat sepatu alias pulang :p

7. Memiliki kreativitas dan imajinasi yang tinggi karena merekapun seperti itu

8. Memiliki semua yang lebih. Suara yang lebih berpower, tenaga yang lebih kuat, semangat yang lebih berkobar, gerakan yang lebih maksimal dan siap untuk lebih capek. Jujur membawakan acara anak memang lebih menguras tenaga dibandingkan membawakan acara wedding, launching ataupun acara lainnya

Di balik semua tips-tips di atas, kuncinya cuma ada 1. Anda hanya perlu mencintai anak-anak dan dunia mereka, karena apapun yang dimulai dengan cinta maka hasilnya akan indah. Salam Zupeeer Dupeeeeer...






Mengejar Sunset Sampai ke Mangrove PIK

Friday, March 25, 2016

Masih ingatkah anda dengan blog saya di awal tahun 2016? Kala itu saya menulis mengenai resolusi untuk jalan-jalan sebanyak dan sebisanya *gaya bener. Di bulan Januari sudah diwujudkan dengan melakukan perjalanan ke Yogyakarta dan Kota Tua (Jakarta). Februari masa tenang dulu ahahahaha.. Kemudian di bulan ini saya memutuskan untuk ke Bali dan Mangrove PIK (Jakarta). 

Dengan biaya masuk sebesar 25 ribu rupiah (dewasa) dan anak-anak 10 ribu rupiah, anda sudah bisa mendapatkan pemandangan indah seperti ini

Ehhhh...maaaffffff..bukan yang ini.... Maksudnya yang di bawah ini *padahal sengaja :p

Ketika sunset menyapa

Captured by Ka Ita Sembiring (penulis kenamaan Indonesia)

How can I'm not fallin in love with this beautiful scenery?
Captured by Ka Ita Sembiring

Foto yang membuat semangat saya terbakar
Captured by Sillo

Captured by Garry Cantona

Captured by Garry Cantona

Tips melakukan perjalanan ke Mangrove PIK:
1. Jangan sampai salah keluar tol, karena muternya jauh *ya iyalah ya nenek-nenek juga tahu

2. Jangan pakai flat shoes yang tipis karena sakit digunakan jalan di antara bambu dan kerikil. Yang ada anda meringis setiap kali menapak, seperti saya kemarin. Bukan cuma itu, anda juga akan jauh tertinggal di belakang 

3. Jangan cakep-cakep amat, karena percuma. Yang ke sana kebanyakan sudah berpasangan. Biasanya yang mau pre-wed. Atau ga sejoli muda yang lagi dimabuk asmara. Bisa juga yang ingin melakukan after wed *terjun ke dermaga *gigit dedaunan *garuk-garuk jembatan *tips ngaco

4. Menggunakan pakaian yang nyaman karena jarak yang ditempuh lumayan, bisa bakar keringat intinya. Apalagi kalau anda penyuka foto "anti mainstream."  Jadi bebas bergaya

Jauh-jauh ke Mangrove cuma buat tidur lols..


Personil lengkap pengejar sunset, Tim Black Horse Yogyakarta (LA Indie Movie)

Kebahagiaan kami bisa mengejar sunset sampai ke Mangrove PIK :)

Good Place, Good Drink, Good Friends, Good Times

Tuesday, March 22, 2016

Beberapa hari lalu saya sempat melakukan perjalanan ke Pulau Dewata. Tentunya saya tidak akan melewatkan untuk mencari tahu dan mengeksplor tempat baru di Bali. Jujur setiap kali ke sana, selalu ada banyak tempat baru yang bisa dikunjungi. Saya mengetahui tempat yang akan saya bahas ini dari seorang sahabat yang cinta banget sama pulau ini. Sampai-sampai ia bercita-cita ingin memiliki rumah di Bali. Ahhhhh...mauuuuu ikuuuuuutttttttt......

Untuk pecinta kopi dan pemandangan alam seperti saya, Bali Pulina/ Pulina Coffee adalah tempat yang tepat untuk menghabiskan waktu liburan. Berlokasi di Gianyar, Ubud, perjalanan yang ditempuh selama kurang lebih 2 jam jika berangkat dari Kuta. Lumayanlah duduk di mobil, tidur, bangun, eh masih belum sampai :p

Begitu tiba di sana, saya diharuskan membayar tiket masuk sebesar 100 ribu rupiah. Setelah masuk, ada pemandu yang akan menjelaskan mengenai kopi, alat penumbuk kopi dan juga kopi luwak. Di sana kita juga bisa melihat binatang luwak secara langsung. Sayang begitu mau difoto, luwaknya pada ngumpet.

Pengganti foto luwak lols..
Dengan tiket masuk tersebut, kita akan mendapatkan coffee testing. Foto coffee testing ada di bawah ini. Coffee testing itu sendiri berisikan 8 rasa, yaitu rasa ingin memiliki, rasa yang dulu pernah hilang, rasa itu pernah ada, rasa yang tertinggal, rasa ini indah, rasa sayange, rasa-rasanya aku ....... *mulai ngaco. 

Oke yang bener adalah, Lemon Tea, Ginger Tea, Ginger Coffee, Ginseng Coffee, Chocolate Coffee, Pure Cocoa, Vanilla Coffee, Pure Bali Coffee. Oh ya, 1 coffee testing ini untuk 1 grup. 1 grup dihitung 1 sampai maksimal 5 orang. Selain coffee testing, kita juga diberikan snack berupa pisang goreng sebanyak 3 buah. Jadi kalau foto yang anda lihat ada 3 piring pisang goreng, itu tandanya saya tidak sendiri alias ada 2 orang lagi di luar saya yang tidak ikutan berpose *info penting *takut dipikir rakus *saya bukan wanita maruk :p

Setelah mencoba macam-macam minuman dengan sendok kecil, yang buat saya geli-geli di tenggorokan karena pengennya langsung di lep semua ahahahaha.. Sekarang waktunya anda memilih 1 minuman favorit yang anda inginkan yiipppiieeeee... Itu semua sudah termasuk dalam 100 ribu yang di awal tadi. Jika mau tambah, bisa order lagi, tapi ingat pulangnya bayar ya. Favorit saya adalah ......... *jeng jeng jeng ...... CHOCOLATEEE COFFEEEEE.....
Coffee Testing and Snacks
Note: Sungguh ini bukan punya saya semua :'(
How can I'm not fallin in love with this place? Suasana asri Bali Pulina


Caption: No turning back

Cantik kan?!? Kayunya...maksudnya...

Background belakang yang cantik


Caption: Akoh terdampar :p

Lagi asiknya menikmati suasana Bali Pulina yang bikin mata seger. Saya bersama teman-teman mencoba mengajak ngobrol bule German yang kebetulan posisinya ada di sebelah kursi kami. Ternyata bule-bule itu masuk dengan tidak membayar tiket masuk. Mereka tetap mendapatkan coffee testing yang sama, tetapi tidak mendapatkan snack. Hmmmmm...mengapa kami dibedakan?

Usut punya usut, sehari setelahnya saya sempat bertemu dengan teman yang bekerja di travel agency di Bali. Dia berkata bahwa dia pernah menanyakan hal ini kepada pekerja yang ada di sana. Sang pekerja mengatakan wisatawan lokal diwajibkan membayar tiket masuk dengan alasan biasanya mereka masuk hanya untuk foto-foto dan tidak memesan apapun. Jadi mereka akan merasa rugi jika setiap grup yang datang akan diberikan coffee testing. Sedangkan turis luar sudah dipastikan akan memesan sesuatu. 

Well, saya pribadi agak sedih ketika saya mendapatkan jawabnya karena ga semuanya seperti itu dan kenapa sih kita harus membuat perbedaan dengan bangsa kita sendiri? Bukankah ini tanah kita? 

Walaupun begitu, selama di sana saya menghabiskan waktu 3 jam untuk duduk, menikmati alam dan menyeruput secangkir chocolate coffee. Must visit in Bali!


Opera Dolorosa

Friday, March 11, 2016

The day has come! Hari yang dinantikan pun tiba. Drama Musikal Keadilan Sosial persembahan Keuskupan Agung Jakarta yang diberi judul Opera Dolorosa "Kemanusiaan di Titik Nadir" akhirnya ditampilkan di Ciputra Artpreneur tanggal 5 dan 6 Maret 2016 kemarin :) Disutradai oleh Rm. Steve Winarto, Pr. Naskah Drama Musikal ditulis oleh Ita Sembiring dan Rm. Harry, Pr. 

Drama musikal ini mengisahkan 3 sahabat 4 cinta di tengah perjuangan melawan ketidakadilan para penguasa durjana yang semakin memiskinkan para penduduk. Nah bagaimanakah akhir cinta dan perjuangan melawan ketidakadilan? Intinya nyesel wis kalau ga nonton :p

Saya akan bagikan beberapa gambar pementasan Opera Dolorosa yang di captured oleh Momoyama Candid, Bpk. Jo Hanapi dan juga Aldo. 


Opening Dolorosa: Luka Lara
Siti Dumilah aka Mbak Ria Probo in action
Pic by Momoyama Candid

Scene 1: Kenangan di Bantaran
Mbok Girl bersama Siti Dumilah 
Pic by Momoyama Candid


Scene 1: Kenangan di Bantaran
Pic by Momoyama Candid


Mbok Girl: Mbok Sumi (Melissa), Mbok Blinger (Nata), Mbok Roro (Tasya), Mbok Jinten (Devy)
Pic by Bpk. Jo Hanapi

Scene 2: Cinta Lama Bersemi Kembali
Baidullah (Seto) - Siti Dumilah (Ria Probo) - Mbok Girl
Pic by Momoyama Candid

Scene 3: Walikota Luka
Papati(Rony Dozer) dan Bupati (Maria Dara)
Pic by Momoyama Candid


Penduduk Bantaran
Pic by Keuskupan Agung Jakarta

Scene 4: Dolores Sang Imam
Romo Dolores (Ade Setiawan) bersama para frater dan penduduk Bantaran
Pic by Momoyama Candid


Penduduk Bantaran - Gundek - Kisruh
Pic by Momoyama Candid


Scene 5: Di Pengungsian Bencana Banjir
Pic by Momoyama Candid


Scene 6: Sahabat Lama Berkumpul Kembali
Romo Dolores (Ade Setiawan) - Siti Dumilah (Ria Probo)- Baidullah (Seto)
Pic by Momoyama Candid

Scene 7 (Bupati Durjana)
Pemain: Bupati (Maria Dara) - Asisten Bupati (Dona Sianly) - Papati (Rony Dozer) - Pak Lurah (Mo Sidik), Bu Lurah (Fransisca Mekar)
Pic by Momoyama Candid


Scene 8: Teror di Bantaran
Pic by Momoyama Candid


Scene 8: Teror di Bantaran
Pic by Bpk. Jo Hanapi


Scene 9: Cinta dan Teror di Pekerti Kasih
Suster Rosa (Widi Dwinanda)
Pic by Bpk. Jo Hanapi


Scene 10 bagian 1: Misteri yang Terkuak
Pic by Bpk. Jo Hanapi


Scene 10 bagian 3: Misteri yang Terkuak
Pic by Bpk. Jo Hanapi


Scene 10 bagian 3: Misteri yang Terkuak
Pic by Bpk. Jo Hanapi


Scene 11: Penyergapan
Pic by Bpk. Jo Hanapi


Scene 12: Pengadilan Akhir
Pic by Bpk. Jo Hanapi


Closing: Mengantar ke Sorga
Pic by Aldo

H+4 setelah pementasan, saya pun masih belum bisa MOVE ON. Banyak foto yang masih saya upload di media sosial. 

It's a great honour to be a part of Opera Dolorosa :)