Good Place, Good Drink, Good Friends, Good Times

Tuesday, March 22, 2016

Beberapa hari lalu saya sempat melakukan perjalanan ke Pulau Dewata. Tentunya saya tidak akan melewatkan untuk mencari tahu dan mengeksplor tempat baru di Bali. Jujur setiap kali ke sana, selalu ada banyak tempat baru yang bisa dikunjungi. Saya mengetahui tempat yang akan saya bahas ini dari seorang sahabat yang cinta banget sama pulau ini. Sampai-sampai ia bercita-cita ingin memiliki rumah di Bali. Ahhhhh...mauuuuu ikuuuuuutttttttt......

Untuk pecinta kopi dan pemandangan alam seperti saya, Bali Pulina/ Pulina Coffee adalah tempat yang tepat untuk menghabiskan waktu liburan. Berlokasi di Gianyar, Ubud, perjalanan yang ditempuh selama kurang lebih 2 jam jika berangkat dari Kuta. Lumayanlah duduk di mobil, tidur, bangun, eh masih belum sampai :p

Begitu tiba di sana, saya diharuskan membayar tiket masuk sebesar 100 ribu rupiah. Setelah masuk, ada pemandu yang akan menjelaskan mengenai kopi, alat penumbuk kopi dan juga kopi luwak. Di sana kita juga bisa melihat binatang luwak secara langsung. Sayang begitu mau difoto, luwaknya pada ngumpet.

Pengganti foto luwak lols..
Dengan tiket masuk tersebut, kita akan mendapatkan coffee testing. Foto coffee testing ada di bawah ini. Coffee testing itu sendiri berisikan 8 rasa, yaitu rasa ingin memiliki, rasa yang dulu pernah hilang, rasa itu pernah ada, rasa yang tertinggal, rasa ini indah, rasa sayange, rasa-rasanya aku ....... *mulai ngaco. 

Oke yang bener adalah, Lemon Tea, Ginger Tea, Ginger Coffee, Ginseng Coffee, Chocolate Coffee, Pure Cocoa, Vanilla Coffee, Pure Bali Coffee. Oh ya, 1 coffee testing ini untuk 1 grup. 1 grup dihitung 1 sampai maksimal 5 orang. Selain coffee testing, kita juga diberikan snack berupa pisang goreng sebanyak 3 buah. Jadi kalau foto yang anda lihat ada 3 piring pisang goreng, itu tandanya saya tidak sendiri alias ada 2 orang lagi di luar saya yang tidak ikutan berpose *info penting *takut dipikir rakus *saya bukan wanita maruk :p

Setelah mencoba macam-macam minuman dengan sendok kecil, yang buat saya geli-geli di tenggorokan karena pengennya langsung di lep semua ahahahaha.. Sekarang waktunya anda memilih 1 minuman favorit yang anda inginkan yiipppiieeeee... Itu semua sudah termasuk dalam 100 ribu yang di awal tadi. Jika mau tambah, bisa order lagi, tapi ingat pulangnya bayar ya. Favorit saya adalah ......... *jeng jeng jeng ...... CHOCOLATEEE COFFEEEEE.....
Coffee Testing and Snacks
Note: Sungguh ini bukan punya saya semua :'(
How can I'm not fallin in love with this place? Suasana asri Bali Pulina


Caption: No turning back

Cantik kan?!? Kayunya...maksudnya...

Background belakang yang cantik


Caption: Akoh terdampar :p

Lagi asiknya menikmati suasana Bali Pulina yang bikin mata seger. Saya bersama teman-teman mencoba mengajak ngobrol bule German yang kebetulan posisinya ada di sebelah kursi kami. Ternyata bule-bule itu masuk dengan tidak membayar tiket masuk. Mereka tetap mendapatkan coffee testing yang sama, tetapi tidak mendapatkan snack. Hmmmmm...mengapa kami dibedakan?

Usut punya usut, sehari setelahnya saya sempat bertemu dengan teman yang bekerja di travel agency di Bali. Dia berkata bahwa dia pernah menanyakan hal ini kepada pekerja yang ada di sana. Sang pekerja mengatakan wisatawan lokal diwajibkan membayar tiket masuk dengan alasan biasanya mereka masuk hanya untuk foto-foto dan tidak memesan apapun. Jadi mereka akan merasa rugi jika setiap grup yang datang akan diberikan coffee testing. Sedangkan turis luar sudah dipastikan akan memesan sesuatu. 

Well, saya pribadi agak sedih ketika saya mendapatkan jawabnya karena ga semuanya seperti itu dan kenapa sih kita harus membuat perbedaan dengan bangsa kita sendiri? Bukankah ini tanah kita? 

Walaupun begitu, selama di sana saya menghabiskan waktu 3 jam untuk duduk, menikmati alam dan menyeruput secangkir chocolate coffee. Must visit in Bali!


No comments:

Post a Comment