Opera Dolorosa

Friday, March 11, 2016

The day has come! Hari yang dinantikan pun tiba. Drama Musikal Keadilan Sosial persembahan Keuskupan Agung Jakarta yang diberi judul Opera Dolorosa "Kemanusiaan di Titik Nadir" akhirnya ditampilkan di Ciputra Artpreneur tanggal 5 dan 6 Maret 2016 kemarin :) Disutradai oleh Rm. Steve Winarto, Pr. Naskah Drama Musikal ditulis oleh Ita Sembiring dan Rm. Harry, Pr. 

Drama musikal ini mengisahkan 3 sahabat 4 cinta di tengah perjuangan melawan ketidakadilan para penguasa durjana yang semakin memiskinkan para penduduk. Nah bagaimanakah akhir cinta dan perjuangan melawan ketidakadilan? Intinya nyesel wis kalau ga nonton :p

Saya akan bagikan beberapa gambar pementasan Opera Dolorosa yang di captured oleh Momoyama Candid, Bpk. Jo Hanapi dan juga Aldo. 


Opening Dolorosa: Luka Lara
Siti Dumilah aka Mbak Ria Probo in action
Pic by Momoyama Candid

Scene 1: Kenangan di Bantaran
Mbok Girl bersama Siti Dumilah 
Pic by Momoyama Candid


Scene 1: Kenangan di Bantaran
Pic by Momoyama Candid


Mbok Girl: Mbok Sumi (Melissa), Mbok Blinger (Nata), Mbok Roro (Tasya), Mbok Jinten (Devy)
Pic by Bpk. Jo Hanapi

Scene 2: Cinta Lama Bersemi Kembali
Baidullah (Seto) - Siti Dumilah (Ria Probo) - Mbok Girl
Pic by Momoyama Candid

Scene 3: Walikota Luka
Papati(Rony Dozer) dan Bupati (Maria Dara)
Pic by Momoyama Candid


Penduduk Bantaran
Pic by Keuskupan Agung Jakarta

Scene 4: Dolores Sang Imam
Romo Dolores (Ade Setiawan) bersama para frater dan penduduk Bantaran
Pic by Momoyama Candid


Penduduk Bantaran - Gundek - Kisruh
Pic by Momoyama Candid


Scene 5: Di Pengungsian Bencana Banjir
Pic by Momoyama Candid


Scene 6: Sahabat Lama Berkumpul Kembali
Romo Dolores (Ade Setiawan) - Siti Dumilah (Ria Probo)- Baidullah (Seto)
Pic by Momoyama Candid

Scene 7 (Bupati Durjana)
Pemain: Bupati (Maria Dara) - Asisten Bupati (Dona Sianly) - Papati (Rony Dozer) - Pak Lurah (Mo Sidik), Bu Lurah (Fransisca Mekar)
Pic by Momoyama Candid


Scene 8: Teror di Bantaran
Pic by Momoyama Candid


Scene 8: Teror di Bantaran
Pic by Bpk. Jo Hanapi


Scene 9: Cinta dan Teror di Pekerti Kasih
Suster Rosa (Widi Dwinanda)
Pic by Bpk. Jo Hanapi


Scene 10 bagian 1: Misteri yang Terkuak
Pic by Bpk. Jo Hanapi


Scene 10 bagian 3: Misteri yang Terkuak
Pic by Bpk. Jo Hanapi


Scene 10 bagian 3: Misteri yang Terkuak
Pic by Bpk. Jo Hanapi


Scene 11: Penyergapan
Pic by Bpk. Jo Hanapi


Scene 12: Pengadilan Akhir
Pic by Bpk. Jo Hanapi


Closing: Mengantar ke Sorga
Pic by Aldo

H+4 setelah pementasan, saya pun masih belum bisa MOVE ON. Banyak foto yang masih saya upload di media sosial. 

It's a great honour to be a part of Opera Dolorosa :)


5 comments:

  1. Hallo Mellisa, Saya Edward, Wartawan, Penulis di Majalah HIDUP. Foto-foto ini dari maa Jo Hanafi ya? Masih simpan file asli fotonya? Saya butuh foto Widi yang lagi menyerahkan surat di atas. Bisa dikirim ke email saya?

    Regards

    Edward Wirawan

    ReplyDelete
  2. Hallo Mas Edward salam kenal ya :) Kebetulan saya mengambil fotonya dari Facebook Bpk. Jo Hanapi. Atau ga, saya minta alamat e-mail Mas Edward. Biar nanti saya beritahukan kepada Bpk. Jo Hanapi. Terima kasih mas. Sukses selalu!

    ReplyDelete
  3. Hallo Mellisa, Salam kenal juga. Ahmm, saya sudah minta sama mas Jo Hanapi tetapi katanya gak ada. Kucari di facebooknya juga ga ada. Iya sudahlah, padahal saya butuh yang size besar. Saya menulis Widi dan mbak Ita dalam rubrik Apa dan Siapa Majalah HIDUP.

    Ohh iya, Mellisa salah satu pemain drama juga kan? BIar kutulis juga nih. Heheheh, Ini emailku yang bisa dihubungi, wardterre7@gmail.com wardwirawan7@gmail.com. Atau bisa kunjungi edwardwirawan.com God Bless

    ReplyDelete
  4. File foto di atas (Widi lagi menyerahkan surat) itu setelah saya download cuma 58 kb) Coba Mellisa lihat di file kamu sebelum Upload ke blog, itu pasti lebih besar. Saya minta dishare ya ke email saya. Thank you Melissa. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Edward, sudah saya kirimkan ke e-mail ya. Please check :) Thank you mas. Sukses selalu and God bless you too..

      Delete