Perjalanan Duo Syantik Nan Manjah ke Getty Center

Saturday, July 28, 2018


Getty Center merupakan salah 1 tempat yang paling banyak dikunjungi turis ketika datang ke Los Angeles. Menariknya, sang pemilik yang bernama J. Paul Getty, tidak memungut biaya sepeserpun untuk orang-orang yang mau melihat koleksi pribadinya, seperti lukisan, patung dan benda-benda bersejarah lainnya.

Tadinya Getty Center merupakan tempat tinggal Bang Getty (*caelah manggil abang, kayak kenal aja 😁). Setelah itu, ia mendapatkan inspirasi membuka dan mempersilakan khalayak ramai untuk turut menikmati apa yang ia miliki.

"Aduh makasih banyak ya bang, eneng jadi bisa ikutan nikmatin."

Saya pribadi amat terpesona melihat keseluruhan tempat ini. Dimulai dari penyediaan payung bagi orang-orang yang berdiri dalam antrian masuk, naik kereta ke Getty Center dan pemandangan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata di setiap sudutnya. 

Eneng yang lagi syantik. Walaupun panas membara tetap asik begaye LOL..

Duo Syantik

Kekaguman saya makin bertambah ketika menjelajahinya. Pantesan Bang Getty betah bener tinggal di sini.

Welcome to Getty Center!


Pemandangan dari atas Getty Center. Di sini kita bisa Beverly Hills dan daerah-daerah sekitar




Eneng yang lagi ingin dimanjah

Duo Manjah

Duo Syantik Nan Manjah. 
Btw, lokasi ini menjadi saksi bisu acara lamaran dari sang pangeran kepada pujaan hatinya, dimana keluarga dan teman berkumpul sambal membawa tulisan, Will you marry me?"
Mau dong eneng juga dilamar 😁




Demikianlah perjalanan Duo Syantik dan Manjah ke Getty Center kali ini. Masih ada loh lanjutan perjalanan kami ke tempat lain di blog berikutnya. Nantikan dan kunjungi kembali ya... 

Terima kasih 😊

Memberi yang Terbaik

Ketika kecil dan menghadiri Sekolah Minggu, biasanya saya diberikan uang yang nantinya akan dimasukan ke dalam kantong kolekte.

Sebagai anak kecil yang hobby makan, eh hobby jajan, saya paling senang jika diberikan uang lebih dan orang tua berkata, "Kamu kasih persembahan ya, nanti sisanya boleh dipakai buat jajan."

Setiap pulang, saya selalu ditanya,
Papi/ mami, "Tadi kamu kasih persembahan?" 
Me, "Kasih mi/ pi."

Padahal kadang, uang jajan saya lebih besar dibandingkan uang yang saya masukan untuk persembahan #namanyajuganakanak. Hayooo ngaku siapa pernah kayak gitu? Apa cuma saya aja ya? 😄

Bertambah besar saya terus melakukan kebiasaan tersebut. Malah kadang saya jajan terlebih dahulu di luar gereja dan "sisa"nya baru saya berikan buat Tuhan. Istilahnya tukar uang besar dengan cara jajan dan uang kecil yang sudah ditukarkan baru diberikan buat Tuhan. 

Entah mendapatkan inspirasi darimana, sejak lima tahun lalu, saya memiliki komitmen untuk memberikan yang terbaik setiap kali saya memberikan persembahan. Perjanjiannya adalah ketika membuka dompet, saya akan memberikan persembahan dengan nominal yang terbesar yang ada. Jadi ga ada tuh ceritanya check dompet dulu sebelum ke gereja atau jajan siomay dulu di luar gereja. Kalaupun  mau jajan duluan, boleh-boleh aja asal tidak mengambil nominal yang paling gede.

Awal-awal melakukan hal ini, berat rasanya ahahahaha.. Jujur, ketika ada uang Rp. 100.000,- dan komitmen harus tetap dijalankan. Rasanya ingin bilang sama Tuhan, "Oh Tuhan boleh ga sih aku tuker uang dulu?" Tapi kembali lagi saya ingat komitmen saya sama Tuhan. Jadi saya harus pegang janji saya 😁

Intinya memberi yang terbaik buat Tuhan bisa dilakukan dengan cara yang sangat simple. Yuk beri yang terbaik buat Tuhan karena Tuhan sudah terlebih dahulu memberikan yang terbaik buat kita.


"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia memberikan anakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal."