Malam Dingin di Seven Falls

Saturday, February 1, 2020

Suatu malam di musim semi kulewati bersama teman sekerja dengan melihat air mancur berwarna warni. Tempat wisata tersebut diberi nama The Broadmoor Seven Falls.

Dua tahun lalu tepatnya di tahun 2018, saya bersama teman-teman yang lain, datang menggunakan mobil pribadi. Kurangnya informasi pada saat itu membuat kami tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Kamipun mengambil suara terbanyak untuk melanjutkan perjalanan atau  mengubah haluan. Ternyata endingnya bikin eneng nyesek 😭 Rasanya waktu itu kayak udah hampir jadian tapi ga jadi hikkksssss..

Nah, s
ekarang eneng hadir untuk menjelaskan cara mencapai ke sana supaya tidak ada lagi kesalahan sama di masa mendatang #elaaaaahhhh..

Pengunjung diwajibkan memarkir mobil di 1045 Lower Gold Camp Rd berlokasi di Norris Penrose Event Center dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bis khusus bertuliskan 'Broadmoor.' Jangan berharap ada dangdutan ataupun pengamen menemani kita sepanjang perjalanan ya manteman, karena yang ada hanyalah kesunyian, kegelapan malam LOL..


Setelah sampai, kita langsung menuju antrian loket membayar biaya masuk senilai $15.50 dan dikenakan biaya tambahan $2 untuk yang mau naik tram dari pintu masuk ke Seven Falls. Buat yang mau jalan kaki, sih monggo wae alias boleh-boleh saja. Dibutuhkan waktu kurang lebih 15-20 menit. Klo saya sih ogah, dinginnya mana tahan 😛

Oh ya, ketika tiba, kita bisa menikmati air mancur dengan 2 cara. Yang pertama adalah menaiki anak tangga yang berjumlah 224 atau dengan cara instant, yaitu menggunakan lift. Bisa ditebak cara apakah yang dipilih oleh seorang Eneng Juleha?

Taraaaaa... akoh langsung sampai di ketinggian... 

Ampun DJ dinginnya brrrrrr...

Foto yang diambil dari atas

Frozen Waterfall


Foto yang diambil tepat di bawah waterfall. Ngakak ga berhenti lihatnya. Maksud hati niat datang malam biar kelihatan warna warninya, eh eikenya sendiri malah ga kelihatan 😅 Untung masih ada foto yang sebelumnya 

Setelah bergulat dengan dingginnya malam 4 derajat celcius, perut mulai mengeluarkan bunyi-bunyian. Akhirnya kami memutuskan untuk sekalian mencoba restoran yang tersohor yang diberi nama Restaurant 1858.

Foto Resto Tampak Luar

Dekorasi Dalam Resto

Tempat kongkow

Pesanan saya, The Prospector 8oz Angus Beef Burger

Sebagai pecinta kuliner, buat saya rasanya kurang masih nendang. Lebih greget makan rendang di Restoran Padang dengan pilihan piring bertumpuk-tumpuk depan mata dan dimakan pakai tangan. Ditambah lagi klo makan di rumah bisa sambal angkat kaki 😄

Ya udahlah, sekarang eneng tidur dulu. Berhubung hampir jam 1 pagi. 
Byeeeee everyoneeeee!!












Selamat Tahun Baru 2020

Rasanya waktu begitu cepat berlalu...
Hari ini sudah memasuki hari ke-31 tahun 2020. Sedikit curhat, awal tahun (pas tanggal 1) saya buka dengan... BEKERJA... sama seperti tahun-tahun sebelumnya... Saya senang dapat memulai awal yang baru dengan sesuatu yang baik 😊

Bisa dibilang tahun 2018 dan 2019 merupakan tahun pasif saya dalam menulis blog. Dua cerita di tahun 2018 dan 3 cerita di tahun berikutnya.

Bekerja di negeri orang dengan rutinitas yang itu-itu saja bikin saya M.A.L.A.S. (ampuni aku ya Tuhan 😢). Buka mata, kerja... Pulang kerja, tidur... Begitupun seterusnya ahahahaha.. Kalaupun ada waktu kosong, diisi dengan melihat video caur dapat membuat perut saya tergelitik.

Jujur sampai hari ini belum ada resolusi yang ditulis. Doa saya ingin lebih dekat sama Tuhan. Tahun ini harus ada kemajuan nyata dalam kehidupan rohani saya. Bangun pagi, saat teduh, olahraga, makan makanan sehat dan bergizi (secara usia terus nambah LOL..)

Bersyukurnya akhir tahun 2019 saya menghabiskan waktu liburan saya dengan main salju. It's amazing and and freezing!!


Saya bakal share foto-foto lainnya ketika main salju di cerita saya berikutnya. Happy New Year!